Minimnya kesadaran Mahasiswa untuk Bertanya

Sebagai Mahasiswa kita di tuntut untuk selalu aktif

Sebagai Mahasiswa kita seringkali di hadapkan banyaknya tugas yang menumpuk, menumpuknya tugas-tugas tersebut karena berbagai alasan salah satunya terlalu lama kita membiarkan tugas tersebut, begitu dosen memberikan tugas ada kecenderungan dari kita untuk menunda pekerjaan tersebut, dalam hati berkata “ah..belakangan aja saya kerjakan” atau mungkin nunggu kerjaan teman-teman baru di kumpul, payah dan berbahaya kalau sudah mengharap “uluran” bantuan orang lain, apakah ini masih bisa di namakan Mahasiswa Mandiri? tentu saja tidak, berpangku dan menunggu sehingga menumpuklah tugas yang di berikan oleh tutor(dosen).

Hal ini masih bisa di tolerir satu atau dua kali, tapi kalau sampai keterusan ini akan menjadikan kita pemalas hingga jelang kita menemui skripsi, lha tugas-tugas yang ringan saja masih di tunda dan bermalas-malasan, apalagi kalau sudah Tugas Akhir yang isinya tidak cukup hanya 10 lembar halaman kertas A4, bagaimana nasib anda jika hal ini terjadi? mau menggantungkan ke siapa lagi TA tersebut? sementara TA tidaklah sama dengan tugas mata kuliah, ada contekan kemudian di kerjakan masalah selesai. TA tentu harus berbeda dengan yang lainnya mesti satu jurusan.

Selama menempuh kuliah 8 semester saya mengetahui bahwa kecenderungan ini di akibatkan terlalu menyepelekan suatu mata kuliah yang bisa berimbas ke mata kuliah secara keseluruhan, Mahasiswa merasa tidak mampu mengerjakan satu bidang study, lhoe tapi kok yang lain bisa? dimana letak kesalahannya? sebenarnya mahasiswa harus bisa aktif dalam setiap mata kuliah, aktif dalam bertanya dan mencoba.

Jika dalam satu kali pertemuan saja Mahasiswa tidak bertanya minimal kepada rekan sebelahnya ini akan mempengaruhi Mahasiswa tersebut untuk memahami suatu materi, meski materi cukup mudah akan menjadi sulit jika tidak di mengerti, benar tidak? dan ini juga pernah terjadi pada diri saya sendiri, kala sedang malas-malasnya ternyata itu adalah inti dari keseluruhan mata kuliah yang di ajarkan dosen.

Kecenderungan saat ini masih banyak Mahasiswa yang tidak tau tapi pura-pura tahu, contohnya apa? setiap kali dosen menjelaskan tentu saja ada sesi tanya jawab, lantas dosen bertanya kepada mahasiswanya, ada pertanyaan?..sttttt… semua pada diam, KECUALI .., mahasiswa yang sering di katain temannya banyak bertanya dan kadang “banyak” omong, tapi justru model mahasisa inilah yang nantinya akan berkembang daripada mahasiswa yang banyak diam tapi tidak sedikit pula “Ngomongin” rekannya yang lain saat sedang bertanya kepada dosen karena ia tidak memahami satu materi yang di ajarkan.

Mahasiswa yang jarang atau bahkan tidak pernah bertanya mengalami kecenderungan ia akan gugup saat di tunjuk oleh dosennya untuk presentasi suatu materi yang di berikan, meski ia dalam satu kelompok yang anggotanya lebih dari dua orang, ah ga jauh-jauh, pasti kebanyakan menjadi moderator itupun masih “Gelagepan” gugupnya minta ampun.

Dan saya merasa benar-benar menjadi mahasiswa yang diperhatikan oleh dosen dan teman-teman lain karena banyak bertanya dan “kadang” memberikan sedikit masukan “asal” hehe.. kepada dosen atau rekan-rekan lain, tak masalah justru banyak bertanya dan memberikan masukkan dampaknya akan kita rasakan sendiri, bagaimana menghadapi orang lain dalam skala umum ataupun pribadi, secara tidak langsung akan melatih mental kita sebagai Calon-calon sarjana unggul, nah bagaimana dengan Civitas UMM lainnya? termasuk mahasiswa manakah kalian?

(Hendy Prima / Teknik Informatika 2006)

Baca Juga

Bagikan
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

2 Responses

Tinggalkan komentar

Tulis Komentar sesuai isi artikel| Tanda* wajib di isi

*
*