“Pada saatnya, kami akan mengganti semua uang kertas dengan logam,” ujar Deputi Gubernur BI Budi Rochadi di Bandung, Selasa (20/7/2010). Meski demikian, waktu penggantian semua uang kertas belum dapat dipastikan. Sebelumnya, BI berencana melakukannya tahun 2010.

Ilustrasi Rp.1000
Rencana itu diundur sampai waktu yang memungkinkan. Uang kertas pecahan Rp 1.000 sudah dicintai masyarakat sehingga sulit ditarik begitu saja, katanya. Gambar angklung dan Gedung Sate dicantumkan pada koin baru pecahan Rp 1.000.
Angklung dan Gedung Sate dipilih untuk memberikan karakteristik khas uang Indonesia yang selalu memiliki ciri kedaerahan. Langkah tersebut merupakan upaya melestarikan angklung sehingga dunia internasional tahu bahwa alat musik itu berasal dari Indonesia, khususnya Jawa Barat.

21/07/2010 at 21:13
Menurut saya sah2 saja jika BI mengeluarkan kebijakan seperti itu. Namun apakah telah dipikirkan dampaknya terhadap masyarakat. Perubahan jenis mata uang dari kertas menjadi koin bisa saja memicu menurunya nilai mata uang kita. Hal ini tentu sangat bepengaruh karena semula mata uang dengan nilai 1000 rupiah masih d perhituingkan akan menjadi hal yang sanagt sepele dikarnakan jenisnya telah berubah. Perubahan seperti ini bisa kita lihat pada saat masa transisi pecahan uang 500 rupiah pada masanya uang tersebut awalnya masih memiliki harga karena bentuknya masih lah kertas. Namun segera setelah dikeluarkannya pecahan 500 rupiah dalam bentuk logam $embuat pecahan tersebut menjadi di tinggalkan. Karena tidak saja bentuknya yang berbentuk logam tapi juga memiliki berat dan tidak sepraktIs uang kertas, hal inilah yang kemudian membuat peredaran mata uang kita semakin besar karenan masyarakat sendiri mulai mementingkan mata uang terendah yaitu 1000 rupiah yang mana hal tersebut bearti perputaran uang semakin cepat namun menimbulkan akibat uang yang beredar tersebut akan menurunkan nilai mata uang kita karena seperti hukum ekonomi dimana barang yang langka akanmenaikan nilai nya namun barang yang yang banyak akan menurunkan nilai tersebutm tenti hal sesepele ini harus di perhatikan oleh BI karena karena BI harus memperhatikan jumlah uang yang beredar agar mata uang kita tetap stabil………