AMALIAH DI MALAM NISFU SYA’BAN 26 Juli 2010

Ilustrasi

Membaca surah yasiin sebanyak 3x sesudah sembahyang sunat ba’diah maghrib dengan Niat sebagai berikut:

1. NIAT YANG PERTAMA

BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM
Ya Allah Ya Tuhanku ampunilah segala Dosaku dan Dosa ibu bapaku dan Dosa keluargaku dan dosa jiranku dan Dosa muslimin dan muslimat, dan panjangkanlah umurku di dalam tha’at ibadat kepada engkau dan kuatkanlah imanku dengan berkat surat Yasiin.

2. NIAT YANG KE DUA

BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM
Ya ALLAH YA TUHANKU ampunilah segala dosaku dan dosa ibu bapaku dan dosa keluargaku dan dosa jiranku dan dosa muslimin dan muslimat, dan peliharakanlah diriku dari segala kebinasaan dan penyakit, dan kabullanlah hajatku dengan berkat surat Yasiin.

3.NIAT YANG KETIGA

BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIIM
YA ALLAH YA TUHANKU ampunilah segala dosaku dan dosa ibu bapaku dan dosa keluargaku dan dosa jiranku dan dosa muslimin dan muslimat, dan kayakanlah hatiku dari segala makhluk dan berilah aku dan kelurgaku dan jiranku HUSNUL KHATIMAH dengan berkat surat Yasiin.

** SESUDAH SELESAI MEMBACA TIAP2 SURAT YASIIN DI LANJUTKAN DI LANJUTKAN DGN DO’A: **
Di baca tiap2 selesai surat Yasiin…….**

* SESUDAH SELESAI SEMBAHYAN ISYA KEMUDIAN DI LANJUTKAN DENGAN SEMBAHYANG SUNAT HAJAT
:lafaz niatnya:
???? ??? ?????? ?????? ??? ?????
” aku sembahyang sunat hajat dua rakaat kerena Allah Ta’ala,

Setelah fatihat pada rakaat yang pertama di baca:
?? ?????? ???????… ??? 11x
Rakaat kedua:
?? ?? ???? ???…???
Di baca dalam sujud:
1_???? ???? ?? ?????? ???? ??? ?????? ???? ???? ???? ?????….10x
2_ ????? ?? ??? ???? ???? ??? ???? 10x
3_????? ???? ? ????? ??? ??? ??? ??? ???? ? ???? ???? 10x
Sesudah salam baca shalawat Munjiyat (shalawat hajat) lima kali.

*DAN SUNAT TASBIH:
*CARA SEMBAHYANG SUNAT TASBIH*

ketentuan sambahyang tasbih pada dasarnya sama dgn sembahyang sunat lainya, baik bacaan maupun geraknya.
Bedanya hanyalah penambahan bacaan tasbih.

Jumlah raatnya adalah 4 rakaat dengan 1 kali salam atau 2 kali salam, tetapi yang lebih bagus di kerjakan siang hari dgn 1 kali salam dan jika malam hari dgn 2 kali salam.

Lafatz niatnya:
???? ??? ??????? ?????? (???? ?????) ??? ?????. ???? ????
”Aku sembahyang sunat tasbih dua raat (4 rakaat) kerena Allah ta’ala”.

SELESAI FATIHAH BACA PADA RAAT PERTAMA:
????? ???????…..???
RAKAAT KE DUA:
?????? ?? ???????……???
RAKAAT KE TIGA:
?? ?????????????…..???
RAKAAT KE EMPAT:
?? ?? ???? ???……???

Bacan tasbihnya ialah:
????? ???? ?????? ??? ??? ??? ??? ???? ????? ???? (?????? ?????? ??? ????? ????? ??????).
Tempat membaca tasbih dan jumlahnya ialah:
(1) setelah bacaan surah (sebelum ruku’) 15 kalh.
(2) ketika ruku’ 10 kali.
(3) ketika berdiri 10 kali
(4) ketika sujud pertama, 10 kali
(5) ketika duduk antara dua sujud, 10 kali
(6) ketika sujud kedua, 10 kali.
( 7) ketika duduk istirahat sebelum berdiri sebelum berdiri atau sebelum membaca tasyahud, 10 kali,
Jadi, jumlah bacaan tasbih untuk setiap rakaat itu 75 kali. Dan jumlah bacaan tasbih dalam shalat tasbih adalah, 4×75=300 kali.
KETERANGAN:
Sambahyang tasbih sangat di anjurkan untuk mengerjakanya.
Hal ini sesuai dengan sabda Nabi: kpada paman baliau Abbas bin Abdul Muththalhb:
” jika paman dapat mengerjakanya sekali dalam sehari, maka kerjakanlan, jika tidak dapat kerjakanlah seminggu sekali!, jika tidak dapat kerjakanlah sebulan sekali!, jika tidak dapat kerjakanlah setahun sekali!, jika masih tidak dapat juga, maka kerjakanlah sekali dalam se umur hidup.” (Riwat Abu Daud, Ibnu Majah dan Ibnu khuzaimah dalam kitab Shihnya dan juga oleh Thabrani).

Adapun fadhilat/hikmahnya,
Di antaranya, Allah ta’ala mengampuni dosa bagi orang yang mengerjakanya, baik dosanya yang awal dan yang akhir, yang lama dan yang baru, yang tampa sengaja dan yang sengaja, yang kecil dan yang besar, yang sembunyi dan yang terang-terangan.

DAN DI LANJUTKAN DENGAN TASBIH NABIYULLAAH YUNUS:
????? ??? ??? ?????? ??? ??? ?? ????????.sebnyak 2375 x
Wallahu Alam.

Sumber http://www.facebook.com/photo.php?pid=85474&id=100001159775564

Baca Juga

Bagikan
Subscribe to Comments RSS Feed in this post

4 Responses

  1. semua Tata cara seperti yang anda sebutkan (membaca surat yasun dan sholat nishfu sya’ban) adalah hal yang bid’ah. Ibnu qoyyim berkata: “diantara contoh hadist maudhu’ adalah hadist tentang sholat nishfu sya’ban. (Al-I’tibar fi Hamlil Asfar, As Suwaidi hal. 29. Jadi apabila hendak mengatasnakan Muhammadiyah hendaknya anda merujuk kembali pada Himpunan Putusan Tarjih, baik itu masalah ibadah ataupun yang selainnya, jangan karena anda berada di UMM kemudian dengan seenaknya menyebarkan subhat-subhat pemikiran dalam tubuh Muhammadiyah. Karena sekarang banyak orang yang mengaku Muhammadiyah tetapi tidak pernah mengamalkan apa yang dipahami oleh Majelis tarjih.

  2. hai hendy…. maaf sbelumya…mungkin sbgai umat islam yang cerdas & berpegang pada alqur’an & hadist… maka kita akan lebih jeli lagi mengenai ibadah yang akan kita kerjakan.. apakah itu bid’ah atau benar” syariat nabi,..
    rosululloh SAW hanya mencontohkan bahwa beliau lebih banyak puasa sunnah di bulan sya’ban & menurut Aisyah R.A puasa yamg paling banyak di kerjakan nabi yaitu puasa sya’ban… kalaupun ada amalan, itu tidak pernah diajarkan oleh nabi. sedangakan yang kita ketahui… apapun itu jenis ibadahnya yang tidah diajarkan nabi brarti bid’ah.. dan stiap bid’ah itu dolalah alias tersesat.. kalau kita mengerjakan hal-hal yang diajarkan kita pasti dimintai pertanggung jawaban.. trus akan kamu sandarkan kesiapa ajaran yang memang rosul tidak ajarkan..???

  3. disini saya tidak menghakimi & tidak mengatakan ini lho organisasi saya benar.. karna saya moderat/netral… mari kita sama mencari kebenaran bukan mencari pembenaran…. di primagama/ toga coba cari buku tentang hadits maudu’ atau (hadits palsu…) disitu… banyak skali terdapat kumpulan hadits palsu.. yang saya herankan itu justru diyakini + diamalkan di indonesia.. hadits maudu’ itu hadits yang ga jelas sanat dan matan nya…maka berhati”lah umat islam dalam mengerjakan stiap amalan & mari kita sesama umat islam menguatkan satu sama lain & bukan saling menjatuhkan. karna pada dasarnya islam itu SATU

  4. mari kita belajar bersama2 menjadi islam yang cerdas. bukan islam yang taqlid alias mengikut tanpa dasar, melainka menjadi ittiba’ atau pengikut tapi punya dasar ” yang kuat… OKay chayo bro….

Tinggalkan komentar

Tulis Komentar sesuai isi artikel| Tanda* wajib di isi

*
*