Achmad Bakri Award adalah salah satu ajang penghargaan kepada para ilmuan indonesia yang peduli kemajuan bangsa, ajang ini di senggarakan oleh Freedom Institute dan didukung oleh keluarga Achmad Bakrie (Alm). Achmad Bakrie Award pertama kali diadakan hanya mencakup dua bidang, Kesusasteraan dan Pemikiran Sosial. Pada 2005, satu bidang lagi ditambahkan, yaitu Kedokteran. Dua tahun berikutnya, 2007, dua bidang lagi ditambahkan, yaitu Sains dan Teknologi. Menurut Rizal Mallarangeng sebagai Direktur Eksekutif Freedom Institute, hadiah ini dinamai Penghargaan Achmad Bakrie, untuk mengenang almarhum Achmad Bakrie yang pada masa hidupnya mempunyai perhatian yang besar untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan kebudayaan di Indonesia. “Secara tak langsung, ini hendak meniru teladan baik yang dicontohkan oleh Alfred Nobel, seorang pengusaha sukses Swedia yang kemudian merintis Hadiah Nobel,” kata dia
Achmad Bakrie 2010 di adakan pada tanggal 28 juli 2010, terdapat 5 pemenang untuk lima kategori dan berikut nama-nama pemenang penghargaan tersebut:
- Sitor Situmorang (bidang Kesusasteraan)
- Daoed Joesoef (bidang Pemikiran Sosial)
- S. Yati Soenarto (bidang Kedokteran)
- Daniel Murdiyarso (bidang Sains)
- Sjamsoe’oed Sadjad (bidang Teknologi)
- Ratno Nuryadi (Hadiah Khusus Periset)
Para pemenang behak mendapatkan piala, sertivikat, dan uang sebesar 250 juta rupiah.
